Masdika Loading..
Masdika.ID

DevOps Engineer

Cloud Engineer

System Administrator

  • Home
  • Portfolio
  • Services
  • Resume
  • Skills
  • Blog
  • Contact
Masdika.ID

DevOps Engineer

Cloud Engineer

System Administrator

Download CV

Recent Posts

  • Dari Laptop Bekas Jadi Server Pribadi: Cara Membangun Home Server Murah Menggunakan ISP MyRepublic dengan Public IP
  • Pembuatan Subnet dan Alokasi IP Address pada Amazon Web Service VPC
  • Instalasi dan Konfigurasi AWS CLI pada EC2 (Lab Guide)
  • Membangun Arsitektur Web + Database Highly Available di AWS (RDS Multi-AZ)
  • Cara Reset Password OpenBSD di Proxmox via VNC

Recent Comments

  1. Alif on Jangan Gunakan latest Tag pada Docker Images! Ini Alasannya
  2. Sahrull on Panduan Lengkap Anti-DDoS: Installasi Iptables, Hardening, dan Cloudflare Proxy
  3. VSTRA on Cara Cerdas Menguasai Kubernetes (K8s): Panduan Lengkap Orkestrasi Kontainer untuk Developer Modern
  4. Rikiy on Cara Mudah Deploy Website Node.js Menggunakan Docker
  5. Masdika.BIZ.ID on Disaster Recovery Cluster (DRC) WordPress dengan MariaDB Galera dan Load Balancer Caddy

Categories

  • Tutorial

Masdika.ID

  • About
  • Terms & Conditions
  • Privacy Policy
BLOG POST

Dari Laptop Bekas Jadi Server Pribadi: Cara Membangun Home Server Murah Menggunakan ISP MyRepublic dengan Public IP

April 20, 2026 Tutorial by Masdika.ID
Dari Laptop Bekas Jadi Server Pribadi: Cara Membangun Home Server Murah Menggunakan ISP MyRepublic dengan Public IP

Di era sekarang, punya home server pribadi bukan lagi hal yang mahal atau ribet. Saya membangun homelab sederhana hanya dengan laptop bekas dan koneksi internet dari MyRepublic yang sudah dilengkapi 1 Public Static IP sebagai add-on.

๐Ÿงฐ 1. Perangkat yang Digunakan

Setup yang saya gunakan cukup sederhana:

  • ๐Ÿ’ป Laptop bekas โ†’ sebagai server utama (homelab & web server)
  • ๐ŸŒ Router MikroTik โ†’ untuk routing & manajemen jaringan
  • ๐Ÿ“ก ONT dari ISP โ†’ sebagai terminasi fiber
  • ๐Ÿ“ถ Paket internet MyRepublic + 1 Public Static IP

๐Ÿ”ง 2. Konfigurasi Bridge ONT

Agar lebih fleksibel, saya melakukan bridge pada ONT dari MyRepublic.

๐ŸŽฏ Tujuannya:

  • Router MikroTik langsung menangani koneksi internet
  • Menghindari double NAT
  • Lebih bebas konfigurasi (firewall, port forwarding, dll)

๐Ÿ“Œ Setelah ONT di-bridge:

  • Kabel LAN dari ONT masuk ke ether1 (WAN) MikroTik
  • ONT hanya jadi media converter

๐Ÿงฌ 3. Clone MAC Address di MikroTik

Hal penting di MyRepublic:

๐Ÿ‘‰ Koneksi internet biasanya terikat MAC Address ONT

๐Ÿ’ก Solusinya:

  • Di interface WAN MikroTik (ether1), lakukan:
    • MAC Address Clone dari ONT

Note : Karena saya sudah ubah ke mode bridge jadi Mac tidak available.

โš ๏ธ Tanpa ini:

  • DHCP tidak kasih IP
  • Internet tidak akan konek

๐Ÿ“ก 4. Menggunakan DHCP Client (Bukan IP Static Manual)

Walaupun pakai Public Static IP, konfigurasi tetap:

  • โœ… DHCP Client aktif
  • โŒ Tidak set IP manual

๐Ÿค” Kenapa?

  • MyRepublic tetap distribusi IP via DHCP
  • Static IP dikunci berdasarkan MAC address

โœ”๏ธ Jadi cukup:

  • Enable DHCP Client di ether1
  • IP publik langsung didapat

๐Ÿ–ฅ๏ธ 5. Setup Home Server di Laptop Bekas

Laptop bekas saya gunakan untuk:

  • ๐ŸŒ Web server
  • ๐Ÿงช Lab testing (Docker, Kubernetes, dll)

๐Ÿ“ Konfigurasi:

  • IP lokal: 192.168.200.2

๐Ÿ”— Contoh:

  • Domain masdika.id diarahkan ke server ini

๐Ÿ”€ 6. Port Forwarding di MikroTik

Agar server bisa diakses dari internet:

Saya setup port forwarding:

  • ๐Ÿ”“ Port 80 โ†’ 192.168.200.2
  • ๐Ÿ” Port 443 โ†’ 192.168.200.2

๐ŸŒ Hasilnya:

  • Domain masdika.id bisa diakses dari luar
  • Langsung menuju server laptop

๐ŸŒ 7. Bonus: IPv6 Public Gratis (Dual Stack)

Kelebihan MyRepublic:

โœ… Dapat IPv6 Public gratis

Dalam implementasi saya:

  • Saya tetap menggunakan port forwarding IPv6 di MikroTik
  • Agar trafik dari IPv6 publik bisa diarahkan ke server lokal

๐Ÿ’ก Konfigurasi yang saya lakukan:

  • Forward port 80 dan 443 ke server
  • Tetap mengatur rule firewall agar akses lebih aman

๐Ÿ“Œ Catatan:

  • Secara konsep, IPv6 memang tidak menggunakan NAT
  • Namun di beberapa kasus (seperti setup saya), tetap bisa dibuat rule forwarding untuk kontrol trafik

๐Ÿš€ Keuntungan:

  • Server tetap bisa diakses dari IPv6
  • Lebih fleksibel dalam kontrol akses
  • Sudah dual stack (IPv4 + IPv6)

๐Ÿง  8. Kesimpulan

Dengan setup ini, saya berhasil membuat home server murah tapi powerful:

๐Ÿ’ป Laptop bekas
๐ŸŒ MikroTik
๐Ÿ“ถ MyRepublic + Public IP

๐Ÿ”ฅ Hasilnya:

  • Hosting website sendiri (masdika.id)
  • Bisa eksperimen jaringan & server
  • Sudah support IPv4 + IPv6 (dual stack)

๐ŸŽฏ Cocok Untuk:

  • Belajar networking
  • Belajar server dan DevOps
  • Hosting project pribadi

๐Ÿš€ Pengembangan Selanjutnya:

  • Reverse proxy (Nginx / Caddy)
  • Docker container / Kubernetes
  • Monitoring (Grafana, Prometheus)
  • Firewall & security hardening

Dengan modal sederhana, kita sudah bisa punya mini data center di rumah sendiri.

Share:
Tags: home server
Related Posts

Post navigation

Prev
ยฉ 2025 www.masdika.id โ€” Semua hak cipta dilindungi